Selasa, 08 Januari 2013

aturan penulisan naskah drama

1. Deskripsi tokoh secara rinci
Pada awal naskah drama harus dijelaskan siapa saja pelaku
naskah tersebut dan pelukisan kondisi tokoh tersebut. Perhatikan
contoh berikut ini!
GERIMIS DI SENJA KALA
Para pelaku
1. Gina : Seorang gadis berumur 25 tahun, parasnya
cantik namun judes, bicaranya ceplas-ceplos.
2. Hastin : Seorang gadis berumur 28 tahun, ia merupakan
teman Gina, perangainya halus, tutur katanya
sopan. Ia terlibat rebutan pacar dengan Gina,
adiknya.

2. Gambaran pentas dengan kelengkapannya
Pada setiap awal adegan harus dilukiskan penggambaran
panggung sebagai latar situasi. Penggambaran panggung ini akan
dijadikan pedoman bagi penata panggung dalam
mempersiapkan peralatan di atas panggung.
Contoh :
Pentas menggambarkan sebuah ruang tamu sederhana,
terdapat satu stel kursi tamu model kuno dan di sudut
ruangan terdapat vas bunga yang sudah usang.

3. Petunjuk ekspresi
Petunjuk ekspresi akan dijadikan pedoman bagi pemeran
dalam mengucapkan vokal, melakukan gerak, dan melakukan
blocking.
Contoh petunjuk ekspresi berikut ini.
Gina : (sambil tersenyum sinis) Hastin, kamu kira aku
menyerah begitu saja, tidak, tidak Hastin, (sambil
membanting dompet ke atas meja) kita taruhan, siapa
yang bakal jadian sama Farhan, aku atau kau!!

langkah langkah membuat rangkuman

1. Menandai kata-kata yang sulit

2. Menggaris bawahi hal-hal yang penting.
Seperti contoh berikut ini.
Jamu adalah obat tradisional berbahan tumbuhan.
Rempah adalah bumbu masak berasal dari tumbuhan.
Banyak orang memanfaatkan tumbuhan sebagai obat.

3. Menentukan pikiran utamanya.
Seperti contoh berikut ini.
Jamu adalah rempah berasal dari tumbuhan.
Jamu adalah obat yang dibuat dari tumbuhan obat, baik dari
buah, bunga, daun, tangkai, akar maupun kulit.
Rempah berasal dari tumbuhan yang memberikan aroma
dan rasa khusus pada makanan.

4. Menyusun dalam bentuk rangkuman.
Seperti contoh berikut ini.
Jamu dan rempah berasal dari tumbuhan. Jika jamu
digunakan untuk obat, rempah berguna memberikan aroma
dan rasa khusus pada makanan.

Aturan Penulisan Judul Karangan


Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua
unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan
makalah, kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang
tidak terletak pada posisi awal.
Misalnya:
Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.
Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan.
Ia menyelesaikan makalah "Asas-Asas Hukum Perdata".
(Dikutip dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Tahun 2009, halaman 11)
Jadi, aturan penulisan judul karangan dapat diuraikan sebagai berikut:
    1.      Huruf  pertama kata diawali dengan huruf kapital, kecuali kata tugas (kata depan/kata penghubung). Kata tugas yang  sering dipakai dalam judul karangan antara lain: di, ke, dari, dan, yang, untuk, daripada, dengan, pada, dalam.
    2.      Kata ulang sempurna kedua katanya diawali huruf kapital. Misalnya, Undang-Undang, Wilayah-Wilayah, Wanita-Wanita.
    3.      Kalau kata tugas terletak di posisi awal, ditulis dengan huruf kapital.
Contoh-contoh penulisan judul karangan:
    1.      Teknik Pemintalan Benang dengan Teknologi Sederhana
    2.      Pendekatan Tanpa Kekerasan pada Anak Didik
    3.      Manajemen Waktu dalam Rumah Tangga
    4.      Menulis Laporan Keuangan untuk Perusahaan Kecil
    5.      Pengolahan Sampah Rumah Tangga yang Efektif

kata penghubung

Kata penghubung ialah kata yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah kalimat atau menghubungkan kalimat dengan kalimat dalam sebuah paragraf.
Kata Penghubung Intrakalimat
       Kata penghubung intrakalimat yaitu kata yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah kalimat.
Contoh:

dan
atau
tetapi
sesudah
jika
agar
supaya
dengan
bahwa
karena
ketika
maka
sedangkan
hingga
meski
lalu
sambil
serta
apabila
lagi pula
andaikata
sebab
sebelum
selama
sehingga
seandainya
sekiranya
melainkan
semenjak
andaikan
bagaikan
asalkan
jangankan
walaupun
meskipun
kendatipun
lagi
hanya
sekalipun
sungguhpun
melainkan
sampai-sampai
tatkala
kecuali
seraya
sambil

Contoh kalimat:
1.    Semua usaha sudah ia lakukan, tetapi hasil yang ia dapat belum memuaskan.
2.    Ani bukan seorang pecandu masakan Padang, melainkan pecandu masakan Palembang.
3.    Ia sadar bahwa manusia hanya bisa berusaha.
4.    Ketika semua telah terjadi, barulah penyesalan itu datang.
5.    Kamu terlalu gemuk sampai-sampai motorku seperti mau patah.

sejarah benda antik

Guci Antik
Benda yang merupakan salah satu pusaka peninggalan kampung ini diperkirakan telah berusia ratusan tahun. Benda ini dipercaya sebagai salah satu tempat bersemayamnya roh penga kampung lokas setempat, sehingga didpercaya memiliki kekuatan gaib.






Seperangkat Peralatan Musik Daerah
Seperangkat alat musik daerah ini diperkirakan sudah berusia ratusan tahun. alat musik ini dipercaya masih menyimpan kekuatan gaib sehingga sampai dengan sekarang masih dipergunakan untuk mengiringi acara-acara adat berskala besar.






Guci dan Gong untuk Duduk
Guci dan gong ini adalah seperangkat peralatan yang dipergunakan sebagai pelengkap acara adat penyambutan tamu terhormat. Biasanya ketika ada tamu kehormatan datang, maka tamu kehormatan tersebut akan didudukkan diatas gong besar tersebut dan dikanan dan kirinya diapit oleh guci besar.





Lumbung Padi / Jurung
Rumah Betang berukuran kecil ini dipergunakan sebagai tempat penyimpanan hasil panen padi (makanan pokok suku dayak tomun). Rumah penyimpanan Beras (Lumbung Padi) ini memiliki desain yang unik dan memiliki umur yang cukup tua tetapi masih kokoh.






Makam Adat
Kepercayaan Adat Dayak Tomun (Kaharingan) yang mempercayai bahwa orang hidup akan mati dan roh orang yang telah mati akan berada disekitar orang yang hidup, membuat pentingnya arti makam adat bagi alur kehidupan sehari-hari masyarakat dayak tomun. Makam ini dibuat seperti Menhir (mayat hanya dimasukkan dalam rongga kotak dan ditutup dengan cor, tidak ditimbun tanah).





Pusaka Desa Kubung
Pusaka Desa Kubung berupa Keris ini tidak bisa dicabut dari sarungnya kecuali oleh orang tertentu (pemangku adat) dan hanya dalam kondisi tertentu. Masyarakat desa kubung percaya bahwa pusaka ini hanya akan mau keluar dari sarungnya hanya jika meminta korban darah.

Senin, 07 Januari 2013

Lampu antik, Keramik, Sepeda onthel
dan bermacam aksesoriesnya, Arloji
antik, Foto klasik, Timbangan kuno,
Kacamata dan bermacam koleksi barang
antik lainnya akan saya posting. Jika
anda berminat menambah koleksi
barang antik, barang jadul dan langka
silahkan jelajahi blog ini, tinggalkan
pesan atau hubungi saya di email:
SULKANMAIL@YAHOO.COM Phone :
0878 5151 1719 (Xl)
KOLEKSI BARANG
ANTIK
› Home
View web version
MONDAY, OCTOBER 22, 2012
Sulkan di Monday, October 22,
2012
Bel Andong (terjual)
Untuk aksesories sepeda onthel ata