1. Deskripsi tokoh secara rinci
Pada awal naskah drama harus dijelaskan siapa saja pelaku
naskah tersebut dan pelukisan kondisi tokoh tersebut. Perhatikan
contoh berikut ini!
GERIMIS DI SENJA KALA
Para pelaku
1. Gina : Seorang gadis berumur 25 tahun, parasnya
cantik namun judes, bicaranya ceplas-ceplos.
2. Hastin : Seorang gadis berumur 28 tahun, ia merupakan
teman Gina, perangainya halus, tutur katanya
sopan. Ia terlibat rebutan pacar dengan Gina,
adiknya.
2. Gambaran pentas dengan kelengkapannya
Pada setiap awal adegan harus dilukiskan penggambaran
panggung sebagai latar situasi. Penggambaran panggung ini akan
dijadikan pedoman bagi penata panggung dalam
mempersiapkan peralatan di atas panggung.
Contoh :
Pentas menggambarkan sebuah ruang tamu sederhana,
terdapat satu stel kursi tamu model kuno dan di sudut
ruangan terdapat vas bunga yang sudah usang.
3. Petunjuk ekspresi
Petunjuk ekspresi akan dijadikan pedoman bagi pemeran
dalam mengucapkan vokal, melakukan gerak, dan melakukan
blocking.
Contoh petunjuk ekspresi berikut ini.
Gina : (sambil tersenyum sinis) Hastin, kamu kira aku
menyerah begitu saja, tidak, tidak Hastin, (sambil
membanting dompet ke atas meja) kita taruhan, siapa
yang bakal jadian sama Farhan, aku atau kau!!
Selasa, 08 Januari 2013
langkah langkah membuat rangkuman
1. Menandai kata-kata yang sulit
2. Menggaris bawahi hal-hal yang penting.
Seperti contoh berikut ini.
Jamu adalah obat tradisional berbahan tumbuhan.
Rempah adalah bumbu masak berasal dari tumbuhan.
Banyak orang memanfaatkan tumbuhan sebagai obat.
3. Menentukan pikiran utamanya.
Seperti contoh berikut ini.
Jamu adalah rempah berasal dari tumbuhan.
Jamu adalah obat yang dibuat dari tumbuhan obat, baik dari
buah, bunga, daun, tangkai, akar maupun kulit.
Rempah berasal dari tumbuhan yang memberikan aroma
dan rasa khusus pada makanan.
4. Menyusun dalam bentuk rangkuman.
Seperti contoh berikut ini.
Jamu dan rempah berasal dari tumbuhan. Jika jamu
digunakan untuk obat, rempah berguna memberikan aroma
dan rasa khusus pada makanan.
2. Menggaris bawahi hal-hal yang penting.
Seperti contoh berikut ini.
Jamu adalah obat tradisional berbahan tumbuhan.
Rempah adalah bumbu masak berasal dari tumbuhan.
Banyak orang memanfaatkan tumbuhan sebagai obat.
3. Menentukan pikiran utamanya.
Seperti contoh berikut ini.
Jamu adalah rempah berasal dari tumbuhan.
Jamu adalah obat yang dibuat dari tumbuhan obat, baik dari
buah, bunga, daun, tangkai, akar maupun kulit.
Rempah berasal dari tumbuhan yang memberikan aroma
dan rasa khusus pada makanan.
4. Menyusun dalam bentuk rangkuman.
Seperti contoh berikut ini.
Jamu dan rempah berasal dari tumbuhan. Jika jamu
digunakan untuk obat, rempah berguna memberikan aroma
dan rasa khusus pada makanan.
Aturan Penulisan Judul Karangan
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
semua kata (termasuk semua
unsur kata ulang sempurna) di dalam judul
buku, majalah, surat kabar, dan
makalah, kecuali kata tugas seperti di,
ke, dari,
dan, yang,
dan untuk yang
tidak terletak pada posisi awal.
Misalnya:
Saya telah membaca buku Dari
Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
Bacalah majalah Bahasa
dan Sastra.
Dia adalah agen surat kabar Sinar
Pembangunan.
Ia menyelesaikan makalah "Asas-Asas
Hukum Perdata".
(Dikutip dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia yang Disempurnakan Tahun 2009, halaman 11)
Jadi, aturan penulisan judul
karangan dapat diuraikan sebagai berikut:
1.
Huruf pertama kata diawali dengan huruf kapital,
kecuali kata tugas (kata depan/kata penghubung). Kata tugas yang sering dipakai dalam judul karangan antara
lain: di, ke, dari, dan, yang, untuk, daripada, dengan, pada, dalam.
2.
Kata ulang
sempurna kedua katanya diawali huruf kapital. Misalnya, Undang-Undang,
Wilayah-Wilayah, Wanita-Wanita.
3.
Kalau kata tugas
terletak di posisi awal, ditulis dengan huruf kapital.
Contoh-contoh penulisan judul
karangan:
1.
Teknik Pemintalan
Benang dengan Teknologi Sederhana
2.
Pendekatan Tanpa
Kekerasan pada Anak Didik
3.
Manajemen Waktu
dalam Rumah Tangga
4.
Menulis Laporan
Keuangan untuk Perusahaan Kecil
5.
Pengolahan Sampah
Rumah Tangga yang Efektif
kata penghubung
Kata penghubung
ialah kata yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah kalimat atau
menghubungkan kalimat dengan kalimat dalam sebuah paragraf.
Kata Penghubung Intrakalimat
Kata penghubung
intrakalimat yaitu kata yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah
kalimat.
Contoh:
dan
atau
tetapi
sesudah
jika
agar
supaya
dengan
bahwa
karena
ketika
maka
sedangkan
hingga
meski
lalu
sambil
serta
apabila
lagi pula
andaikata
sebab
sebelum
selama
sehingga
seandainya
sekiranya
melainkan
semenjak
andaikan
bagaikan
asalkan
jangankan
walaupun
meskipun
kendatipun
lagi
hanya
sekalipun
sungguhpun
melainkan
sampai-sampai
tatkala
kecuali
seraya
sambil
Contoh kalimat:
1. Semua usaha sudah ia lakukan, tetapi hasil yang ia dapat
belum memuaskan.
2. Ani bukan seorang pecandu masakan Padang, melainkan pecandu
masakan Palembang.
3. Ia sadar bahwa manusia hanya bisa berusaha.
4. Ketika semua telah terjadi, barulah penyesalan itu datang.
5. Kamu terlalu gemuk sampai-sampai motorku seperti mau patah.
sejarah benda antik
Guci Antik
Seperangkat Peralatan Musik Daerah
Guci dan Gong untuk Duduk
Lumbung Padi / Jurung
Makam Adat
Pusaka Desa Kubung
Senin, 07 Januari 2013
Lampu antik, Keramik, Sepeda onthel
dan bermacam aksesoriesnya, Arloji
antik, Foto klasik, Timbangan kuno,
Kacamata dan bermacam koleksi barang
antik lainnya akan saya posting. Jika
anda berminat menambah koleksi
barang antik, barang jadul dan langka
silahkan jelajahi blog ini, tinggalkan
pesan atau hubungi saya di email:
SULKANMAIL@YAHOO.COM Phone :
0878 5151 1719 (Xl)
KOLEKSI BARANG
ANTIK
› Home
View web version
MONDAY, OCTOBER 22, 2012
Sulkan di Monday, October 22,
2012
Bel Andong (terjual)
Untuk aksesories sepeda onthel ata
Sabtu, 05 Januari 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
