Selasa, 08 Januari 2013

PARAGRAF

Paragraf Deskripsi
Paragaf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan detail. Pembaca seakan melihat sendiri apa yang digambarkan penulis dalam tulisannya.
Perhatikan contoh berikut!
1.           Amin seorang pemuda yang tegap. Badannya tinggi semampai, padat, berotot. Rambut hitam lebat. Wajah persegi, menampakkan wataknya yang keras. Bahu lebar, kekar. Amin sanggup mengangkat beban yang empat kali lebih berat dari tubuhnya.
2.           Kampungku termasuk daerah aman tsunami. Bukit yang cukup tinggi mengelilingi kampungku dari berbagai sisi. Letaknya juga agak jauh dari laut. Anda harus mengambil angkot jurusan Jati-Siteba, lalu berhenti di simpang jalan ke Rumah Sakit Ibnu Sina. Jalanlah lurus hingga ujung jalan. Sesampai di kompleks perumahan beloklah ke kiri. Kampungku bersebelahan dengan kompleks perumahan itu.
3.           Aulia tampak marah sekali. Matanya merah, wajahnya mengkerut. Wajahnya juga memerah menahan gejolak hatinya. Ia menggigit kuat gerahamnya dan tangannya tergenggam menegang. Sebentar lagi kata-kata yang setajam sembilu akan menyembur seperti api dari  mulutnya.

contoh resensi

Bocah-Bocah Penantang Badai



 

Judul buku                     :  Laskar Pelangi
Pengarang                     :  Andrea Hirata
Penerbit                        :  Bentang, Jakarta
Tahun terbit                   :  2007
Tebal                             :  563 halaman
Harga                            :  Rp60.000,00
Dalam jagad kepengarangan nama Andrea Hirata tidak dikenal. Ia pun bukan seorang yang membiarkan dirinya menjadi seorang penulis. Ia lebih menekuni suatu keterampilan guna mewujudkannya dalam suatu jenis pekerjaan tertentu. Jelas belum ada maksudnya untuk menjadi seorang yang mentransfer ilmu lewat goresan pena. Namun, gebrakan pertamanya di dunia penulisan langsung menggetarkan, pun pada para penulis yang telah punya nama besar. Buku pertama Andrea langsung meledak. Buku ini dicetak berkali-kali dalam dalam hitungan bulan. Suatu prestasi bersejarah yang cukup sulit dicari tandingannya.
Laskar pelangi bercerita tentang para bocah yang saling mempunyai perbedaan. Satu hal yang sama pada mereka yaitu mereka sama-sama punya Buk Muslimah, seorang guru yang punya gudang cinta yang padat sesak. Cinta Bu Muslimah menjadi semangat yang bergelora bagi mereka dalam menjalani hari-hari belajar. Waktu berjalan terasa sangat cepat saat bersama Bu Muslimah. Semua kesulitan terasa mudah saat mereka berkumpul bersama. Para bocah itu melalui hari-hari yang penuh kenangan. Yang manis terasa sangat manis, yang pahit terasa manis. Episode sekolah dasar ini telah menumbuhkan sebuah pohon cita-cita yang besar berurat berakar dalam jiwa mereka. Kelak mereka akan menantang badai seganas apa pun demi mencapai cita-cita tersebut.
Semua pembaca dalam kelas umur apa pun pasti termotivasi setelah membaca Laskar Pelangi. Semua hal sederhana dalam Laskar Pelangi, kecuali impian. Anak-anak sederhana dalam segala keadaan mereka, ternyata punya impian yang sangat luar biasa. Dan terbukti, orang menjadi seperti apa yang ia impikan.
Bahasa enak dibaca, renyah, dan lucu. Artinya pembaca sering tergelitik untuk tersenyum atau tertawa ketika membaca buku ini. Yang mengherankan adalah kok penulis begitu bersemangat memakai bahasa Latin untuk nama-nama tertentu. Adakah niat untuk memadukan keterbelakangan latar cerita Laskar Pelangi dengan kesan keilmiahan dari istilah-istilah bahasa Latin itu? Ya, supaya jangan terlihat terlalu di pedalaman.
Hal yang paling patut diberi masukan adalah kertas buku ini yang kertas buram. Padahal, harganya cukup lumayan. Lagipula, pada beberapa cetakan ada halaman-halaman yang kosong. Cetakan terkesan tidak rapi, tidak profesional, dan buru-buru.
Semua orang layak membaca buku ini. Buku ini memberi pencerahan, memberi semangat baru, dan memberi hiburan. Buku ini harus menjadi koleksi para pecinta buku berkualitas.

resensi novel

Resensi  Novel
       Resensi buku adalah kupasan atau pembahasan tentang buku yang biasanya disiarkan
melalui media massa, seperti surat kabar dan majalah.  Tujuan resensi adalah memberi informasi kepada masyarakat akan kehadiran suatu buku. Pembuat resensi disebut resensator. Sebelum membuat resensi, resensator harus membaca buku itu terlebih dahulu. Sebaiknya, resensator memiliki pengetahuan yang memadai, terutama yang berhubungan dengan isi buku yang akan diresensi.
Unsur-unsur resensi
     1.       Judul resensi
     2.       Identitas buku
     3.       Kepengarangan
     4.       Sinopsis
     5.       Keunggulan dan kelemahan buku
     6.       Gaya bahasa
     7.       Simpulan
Judul resensi bukan judul buku. Judul resensi adalah judul karangan dari penulis resensi berdasarkan sesuatu yang menurutnya menarik dan bermakna sesuai isi resensinya.
Identitas buku meliputi:
-          Judul buku
-          Pengarang
-          Penerbit
-          Tahun terbit
-          Jumlah halaman
-          Harga
Kepengarangan yaitu isi resensi berkenaan dengan diri pengarang buku, antara lain riwayatnya dalam dunia mengarang/tulis-menulis, karya-karyanya, keterkaitan karya yang diresensi dengan karya lainnya.
Sinopsis adalah kilasan isi buku.
Keunggulan dan kelemahan buku berkenaan dengan apa kelebihan dan kekurangan buku yang bersangkutan. Kelebihan dan kekurangan ini seperti menarik/tidaknya cerita, kedalaman makna, pilihan kata, keterkaitan dengan fakta kehidupan nyata, dll. Termasuk dalam kelebihan dan kekurangan ini adalah kondisi fisik buku, seperti gambar kulit depan menarik/tidak, kertasnya berkualitas tinggi/rendah, dll.
Gaya bahasa adalah cara bercerita penulis, seperti pilihan kata, bahasa mudah dimengerti, banyak memakai bahasa sehari-hari/populer, dsb.  Gaya bahasa ini kadang dimasukkan ke dalam kelebihan dan kekurangan karya.
Simpulan berisi pernyataan penulis resensi tentang bagus tidaknya buku dan pihak-pihak yang tepat sebagai pembaca buku tersebut. Contoh kalimat simpulan resensi : Buku ini sangat bagus dan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang menekuni bidang bahasa.

manfaat membaca kreatif

Manfaat membaca kreatif
Membaca kreatif akan memberikan banyak manfaat sesuai bahan
bacaan yang dibaca. Banyak tema bacaan bermanfaat yang dapat dibaca,
misalnya bacaan tentang siraman rohani, pemikiran para budayawan,
informasi cara merawat kesehatan tubuh, informasi soal cara membuat
makanan, atau barang.
Ada juga yang memberikan informasi soal cara memanfaatkan lahan
milik sendiri, misalnya membudidayakan tanaman hias, atau tanaman
obat. Apabila Anda tertarik untuk memelihara ternak, dari buku pun
Anda dapat belajar cara merawat, memilih makanan atau pakan yamg
diperlukan, dan sebagainya. Pilihan lain untuk menambah pengetahuan
antara lain, cara membuat bangunan dan menata ruangan secara artistik,
termasuk cara merenovasi suatu bangunan agar terkesan lebih nyaman
dan indah.
Sekarang pun banyak buku yang mengajarkan cara mengatur
keuangan keluarga serta cara berinvestasi untuk masa depan. Tak
sedikit pula buku psikologi yang dapat memberi masukan tentang cara
mendidik dan mengarahkan perkembangan jiwa anak. Ada juga buku
tentang hobi atau keterampilan yang mungkin bisa memberikan ide
untuk memproduksi sesuatu. Dengan membaca, kita dapat menerapkan
pengetahuan baru yang kita peroleh untuk mengembangkan karier atau
meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang sesuai kebutuhan
masing-masing.

Membaca Kreatif

        Membaca kreatif tidak berhenti setelah bacaan atau buku tuntas
dibaca. Masih ada proses tindak lanjut yang tujuan akhirnya berupa
peningkatan kualitas hidup.
Mungkin Anda seorang kutu buku. Namun, apakah isi setiap bacaan
atau buku yang baru selesai Anda baca lewat begitu saja? Ataukah
justru memengaruhi pikiran? Bagaimanakah upaya agar pengetahuan
yang Anda baca benar-benar berguna untuk meningkatkan kualitas
hidup Anda?
Pengaruh yang terjadi pada seseorang usai mencermati kata demi
kata dalam sebuah bacaan atau buku tidaklah sama. Hal itu sangat
bergantung pada cara membacanya. Berdasarkan tingkatan hasil yang
diperoleh setelah membaca, jenis membaca dibedakan atas membaca
literal, membaca kritis, dan membaca kreatif.
Membaca literal bertujuan mengenal arti yang tertera secara
tersurat dalam teks bacaan. Pembaca cukup menangkap informasi
yang tertera secara literal (reading the lines) dalam teks bacaan. Pembaca
tidak berusaha mendalami atau menangkap lebih jauh.
Membaca kritis adalah membaca untuk memahami isi bacaan atau
membaca secara rasional, kritis, mendalam, disertai keterlibatan pikiran
dalam menganalisis bacaan. Dalam membaca kritis, pembaca berupaya
memahami lebih dalam materi yang dibaca. Untuk mencapai tujuan
tersebut, pembaca menggunakan empat cara, yaitu bertanya (seolaholah
berdialog dengan teks bacaan), menyimpulkan, menghubungkan
satu keterangan dengan keterangan lain, dan menilai ide-ide dalam
bacaan.

POSTER DAN SLOGAN

Poster
merupakan plakat atau tempelan yang biasanya berisi
pengumuman dan ditempel di tempat-tempat umum. Bahasa
yang digunakan dalam poster haruslah singkat, mudah
dimengerti, dan mudah diingat. Selain itu, harus menarik
perhatian bagi orang yang melihat dan membacanya
Contoh:
Kunjungilah!
Pameran Batik
Terlengkap, Terbesar
di Beteng Plaza
Solo, 5 - 10 Juni 2007
Dapatkan Discount 10% - 30%

Slogan
merupakan kalimat pendek yang menarik atau
mencolok dan mudah diingat. Slogan biasanya bertujuan
menumbuhkan semangat atau motivasi.
Contoh:
Sekali merdeka, tetap merdeka
Sekali di udara, tetap di udara
TVRI menjalin persatuan dan kesatuan

rumus menghitung membaca cepat


KEM : K/Wm (60) x B/SM = ... kpm

Keterangan:
KEM : Kecepatan efektif membaca
K : Jumlah kata yang dibaca, singkatan, atau bilangan
      dihitung 1 (satu) kata.
Wm : Lama waktu tempuh membaca dengan satuan menit.
B : Skor atau nilai tes yang dijawab dengan bena atau
     skor yang diperoleh.
SI : Skor atau nilai tes ideal atau skor maksimal.
Kpm : Kata per menit.


Misal : Si A mampu menjawab 8 pertanyaan dari 10
pertanyaan yang diajukan dan memperoleh skor 80,
skor maksimal 100. Waktu tempuh baca 120 detik.
Teks bacaan terdiri dari 500 kata. Dengan data
tersebut, kecepatan membaca  A dapat dihitung
seperti berikut:

KEM : K/Wm x B/SI = ... kpm
          : 500/2 x 80/100 = 200 kpm

Dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa kecepatan
membaca Si A 200 kata per menit.

Batas ideal KEM siswa SMP
adalah 175 - 250 kata per menit/kpm.