Selasa, 08 Januari 2013

kata baku

Kata Baku dan Kata Tidak Baku
 
No.
Kata Tidak Baku
Kata Baku
Arti
1.
aktiv, aktip
aktif
2.
aktifitas
aktivitas
3.
alinia
alinea
4.
al-qur’an
Alquran
5.
amphibi
amfibi
6.
anarkhi
anarki
kekacauan
7.
analisa
analisis
penjabaran sesuatu setelah dikaji sebaik-baiknya
8.
anda
Anda
9.
antri
antre
10.
anggauta
anggota
11.
apotik
apotek
12.
aquarium
akuarium
13.
azasi
asasi
14.
atmosphere
atmosfer
15.
atlit
atlet
16.
otobiografi
autobiografi
17.
ajan
azan
19.
berjoang
berjuang
20.
bis
bus
mobil penumpang ukuran besar
21.
cabe
cabai
22.
cendikiawan
cendekiawan
23.
centimeter
sentimeter
24.
cidera
cedera
25.
daptar
daftar
26.
defenisi
definisi
27.
dekrit
dekret
perintah yang dikeluarkan oleh kepala negara
28.
detil
detail
29.
diagnosa
diagnosis
30.
do’a
doa
31.
duren
durian
32.
efektiv
efektif
33.
efektifitas
efektivitas
berhasil guna
34.
efesien
efisien
tepat, sesuai untuk mengerjakan sesuatu dengan tidak membuang-buang waktu
35.
eksim
eksem
penyakit kulit gatal-gatal
36.
ekstrim
ekstrem
fanatik
37.
elit
elite
38.
esei
esai
39.
export
ekspor
40.
faham
paham
pendapat, aliran
41.
faidah
faedah
42.
faksimil
faksimile
mesin pengirim dan penerima berita
43.
fikir
pikir
44.
formil
formal
sesuai dengan peraturan yang berlaku

PANTUN

Pantun
A.    Pengertian
     Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (2002), pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap-tiap (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap-tiap lariknya terdiri atas empat kata, baris pertama dan keduanya untuk tumpuan (sampiran) dan baris ketiga dan keempat merupakan isi.
B.  Ciri-Ciri Pantun
a. terdiri atas 4 baris;
b. tiap baris terdiri atas 8 sampai dengan 10 suku  kata;
c. baris pertama dan ke-2 disebut sampiran,  sedangkan baris ke-3 dan ke-4 merupakan isi atau
    makna pantun;
d. sajak akhir /a-b-a-b/.
B.    Menulis Pantun
Hal yang mesti diperhatikan dalam menulis pantun adalah rima akhir, pilihan kata, dan logika  sampiran. Rima akhirnya haruslah ab-ab, pilihan kata yakni harus memilih kalimat dengan kata-kata yang enak didengar. Logika maksudnya adalah pada sampiran, larik pertama dan kedua harus saling berkaitan. Hal ini yang sekarang diabaikan para penulis pantun. Mereka asal-asalan saja, yang penting untuk baris pertama dan kedua ini nanti bisa mengantarkan kepada baris ketiga dan keempat.
Perhatikan contoh berikut!
Memandang langit ke ufuk barat
Tampak Sang mentari bersinar redup
Masa telah mendekat kiamat
Banyaklah mengumpul bekal dalam hidup

unsur unsur cerpen

Unsur-Unsur  Intrinsik Cerpen/Novel
       Unsur intrinsik ialah unsur/bagian yang membentuk sebuah cerita (cerpen/novel). Unsur-unsur intrinsik tersebut adalah: tema, alur, penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat.
A.  Penokohan
1.    Pengertian
       Penokohan sering juga disebut perwatakan, yaitu pelukisan mengenai tokoh cerita. Pelukisan ini mencakup keadaan lahir dan batin tokoh. Keadaan lahir merupakan bentuk jasad tokoh, keadaan batin mencakupi pandangan hidup tokoh, sikap tokoh, keyakinan, dan adat istiadat.
2.    Teknik Penokohan
       Dalam menggambarkan watak tokoh pengarang menggunakan dua cara yaitu (1)penggambaran langsung dan (2)penggambaran tidak langsung.
(1) Penggambaran Langsung
       Dikatakan penggambaran langsung karena penulis langsung menyatakan watak tokoh; pembaca tidak perlu lagi menafsirkan.
Contoh:
a.           Bangkuro lelaki yang tampan. Jejak ketampanannya tampak jelas menutupi garis-garis ketuaannya. Ia sangat disayangi rakyatnya. Di balik kekerasan watak dan pembawaannya tersimpan hati yang sangat penyayang. Hutan di mana mereka bermukim sangat dijaga oleh Bangkuro dengan berbagai peraturan. Tidak ada yang boleh dirusak dan diganggu jika tidak dibutuhkan. Hewan buruan ditangkap sekedar untuk dimakan, bukan untuk kesenangan. Ia pun menggalakkan bercocok tanam kepada rakyatnya. Bukan hanya menggantungkan hidup kepada alam seperti yang selama ini mereka lakukan.
Jurang Perdamaian, Abu Syuhada
Watak tokoh ”Bangkuro” dalam penggalan cerita di atas adalah berwatak keras dan hatinya penyayang.
b.           Badannya sedang, tak gemuk dan tak kurus, tetapi tegap. Pada wajah mukanya yang jernih dan tenang, berbayang, bahwa ia seorang yang lurus, tetapi keras hati; tak mudah dibantah, barang sesuatu maksudnya. Menilik pakaian dan rumah sekolahnya, nyata ia anak seorang yang mampu dan tertib sopannya, menyatakan ia anak seorang yang berbangsa tinggi.
Siti Nurbaya, Marah Rusli
Watak tokoh ”ia” dalam penggalan cerita di atas adalah lurus (jujur)  dan  keras hati.
(2) Penggambaran Tidak Langsung
       Penggambaran watak tokoh secara tak langsung maksudnya pembaca menafsirkan sendiri watak tokoh. Watak tokoh ditafsirkan berdasarkan: (1) fisik tokoh, (2) dialog antartokoh, (3) tanggapan tokoh lain, (4) lingkungan tokoh, (5) tindakan/perbuatan tokoh, (6) pikiran tokoh.
a.    Dialog antartokoh
Yaitu pembaca dapat mengetahui watak tokoh dari pembicaraan tokoh dengan orang lain. Bagaimana tokoh itu berbicara, apa isi pembicaraannya dengan tokoh lain, menggambarkan watak si tokoh.
Contoh:
     ”Aku tidak peduli! Pokoknya hari ini, malam ini, detik ini juga kalian angkat kaki dari rumah ini!” Sang juragan menatap Adi dan ibunya dengan mata penuh api.
     ”Juragan, kasihanilah kami. Beri waktu seminggu lagi, kami akan segera lunasi uang kontrakan,”  ibu memandang sang juragan dengan air mata berlinang.
Dari penggalan cerita di atas, dari apa yang ia ucapkan kita tahu sang juragan adalah seorang yang berwatak bengis dan tak punya rasa kemanusiaan.
b.    Tanggapan (ucapan) tokoh lain
     Yaitu pembaca dapat mengetahui watak tokoh dari tanggapan yang dilontarkan oleh tokoh lain dalam cerita.
Contoh:
     ”Ada masalah apa antara kau dan Leni, Meri?” tanya Mak suatu malam.
     ”Itulah, Mak. Aku memang tak senang dengan dia. Dia tak bisa menyimpan rahasia. Mulutnya ember, bocor, tak ada remnya. Aku sudah bilang, tolong jangan cerita pada orang lain. Eh, barus sehari udah banyak orang yang tahu.”
Dari penggalan cerita di atas, berdasarkan ucapan Meri, watak Leni adalah tidak bisa menyimpan rahasia.
c.    Perbuatan tokoh
Yaitu pembaca bisa menentukan watak tokoh dari apa yang dilakukan tokoh tersebut.
Contoh:
     Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan. Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka,melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..
     Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.
Watak Rafli adalah setia kepada istrinya.
d.   Pikiran tokoh
Yaitu pembaca bisa menentukan watak tokoh dari apa yang dipikirkan tokoh tersebut.
Contoh:
     Sampai jauh malam Iyen masih terjaga. Ia terus menguatkan hati. Ia tak boleh merasa lemah oleh masalah dan kesulitan. Ia harus terus melangkah  maju. Kehidupan serba sulit yang saat ini ditanggungkan keluarganya harus ia ubah. Iyen yakin, dengan cara sekolah setinggi-tingginya kemiskinan yang membalut keluarganya bisa ia lawan.
Watak Iyen yang tidak suka berputus asa tergambar dari pikiran tokoh Iyen di atas.

membaca ekstensif

Membaca Ekstensif
Membaca ekstensif berarti
membaca secara luas. Anda
harus membaca sebanyakbanyaknya
bacaan yang bertema
sama (sejenis) dalam
waktu sesingkat-singkatnya.
Kegiatan membaca ekstensif
bertujuan untuk memahami
pokok-pokok pikiran bacaan
dengan cepat.
Informasi adalah kabar
atau berita tentang sesuatu. Halhal
yang perlu diperhatikan
dalam menemukan informasi
seperti uraian berikut ini.
1. Siapa yang diberitakan?
2. Peristiwa apa yang diberitakan?
3. Di mana tempat peristiwa
terjadi?
4. Kapan peristiwa terjadi?
5. Mengapa peristiwa terjadi?
6. Bagaimana peristiwa
terjadi?
Cara Membaca Ekstensif
Anda dapat membaca ekstensif dengan langkah-langkah berikut
ini.
1. Mengumpulkan bahan bacaan sejenis dari berbagai atau
beberapa sumber. Anda dapat mencari dari media massa
cetak atau elektronik.
2. Membaca sekilas judul bacaan tersebut.
3. Membaca satu demi satu setiap bacaan (artikel atau berita)
yang sudah Anda kumpulkan. Lakukan dengan cara
skimming. Artinya, Anda tidak perlu membaca keseluruhan
bacaan.
4. Mencatat atau memberi tanda pada hal-hal pokok bacaan
sambil membaca.
Membaca skimming dapat dilakukan dengan cara mata
bergerak pada baris-baris pertama atau terakhir yang
mengandung ide pokok paragraf. Kemudian, gerakan mata
melompat dan berhenti pada beberapa fakta, detail tertentu
yang penting, dan menunjang ide pokok.
5. Meneliti secara sekilas petunjuk-petunjuk lain mengenai
informasi yang dibicarakan dalam bacaan tersebut.
Ada beberapa hal yang bisa dicari dengan membaca ekstensif.
1. Mencari persamaan dan perbedaan informasi dalam beberapa
bacaan yang bertopik atau bertema sama.
2. Memecahkan masalah berdasarkan bahan lebih dari satu.
3. Menentukan gambaran umum bacaan. Gambaran umum
bacaan merupakan isi bacaan.